Minggu, 25 September 2011

ku tau, ku memang telah salah melangkah, dan diriku selalu buat bermacam masalah..

masa - masa ku beranjak dewasa, kasih ayah dan bunda masih tulus kurasa...
berbeban selagi bisa tulus luar biasa, mereka selalu beri ku cahaya terang senantiasa..
ayah patriot gagah dalam keluarga, suri teladan yang buat aku selalu bangga, dan bunda terus menyayangi penuh jiwa raga..
hangat kasihnya yang buat ku selalu terjaga, meskipun kita hidup sebatas apa adanya..
namun cukupnya ruang kasih tak perlu ditanya, walaupun kau memang materi yang kita punya..
namun kucuran keringat kalian begitu besar artinya, ribuan jasa kalian tanpa mengharap pamrih..
sementara ku cuma terdiam malas kalian telah beri, tuk setiap kepingan rizky yang kalian cari..
"semoga senantiasa berkat Tuhan terus di beri"
begitu indah semua terasa manis, kisah ironis bersama mampu kita tepis, dalam lembaran ada tawa bahkan tangis..
Tuhan telah beri ku kisah hidup yang begitu harmonis, bahagia kita hidup dalam arti kesederhanaan, dibawah atap rumah yang berikan satu naungan, beribu kisah manis yang telah kalian berikan...
serasa tak ingin begitu saja ku lewatkan, namun ada banyak hal yang hendak ku utarakan, rasa berdisa yang kian dalam,, dalam pikiran..
saat aku terus berbuat banyak khilaf pada kalian, seolah semua itu tak layak tuk bisa dimaafkan..
apa yang kalian harapkan tak ku jalani, seolah semua rintangan buatku tak berani...
ternyata hanya malas hinggap dalam diri ini, dan hanya ada rasa penyesalan itu hingga kini...
saat amanat hanya ku anggap angin lalu, tiap nasihat dari kalian seolah berlalu,
tak ku ingat pesan yang terucap selalu, karena diriku terbuai hal yang kurang perlu, ku terlalu mementingkan ego di diri...
satu kesalahan yang tak kusadari, tapi kalian selalu kan beri kasih yang hangat, tak peduli telah banyak pedih yang ku pahat...
ku tau,, ku memang telah salah melangkah, dan diriku selalu buat bermacam masalah..
semoga saja masih terbukakan pintu maaf, atas segala salah dan tindakan ku yang khilaf, moga ku tak lagi ulangi usia yang sama, dan kelak ku mampu bahagiakan kalian semua, dengan usaha yang ku lakukan sekuat tenaga, hingga tiba saat ku buat kalian bangga....
maafkan aku salah melangkah, buat kalian kecewa, maafkan aku salah memilih dan hati kalian terluka..

kuyakin tetap padamu takkan hati mendua, meski goda bersua tak roboh tekad berbisik ku yakin teguh janji padamu

kau datang sebagai pelengkap sebelah hatiku, kau telah mengisi kosongnya setengah celah, harapan ditengah saat ku tak bisa tegar, tersadar jemuh hari karenamu semua terhindar...
kepadamu lah aku bersandar duhai yang terakhir, tak mangkir dari takdir kutukan manis dan satir, tapi terlahir janji bahwa ku mencitaimu sangat menggebu hingga harus terus menjagamu...
hingga nanti senja usia kelak menua, kuyakin tetap padamu takkan hati mendua
meski goda bersua tak roboh tekad berbisik ku yakin teguh janji menyangkal semua usik...
seolah haliq menuntunku padamu, merujuk kau yang terakhir bagaikan sebuah petunjuk, bawa hawa sejuk tenangkan kecamuk hati, hingga kali ini ku yakinkan kau satu yg pasti...
kau wanita, padamu tersebab karena ku tercipta, kan kutancapkan cinta sebagai rama untuk sinta...
takan bisa sedetikpun untuk ku lupakanmu, kujaga kisah difik nafas keterahirku...
dirimu tlah hadir bagai seorang pelengkap, datang beserta atas jawaban yang tulus engkau ungkap, kau beri rasa sayangku, segap cipta indah kisah hatimu terus dan aku dekap...
bisa kau beri lagi rasa yang telah lama hilang, sejak sekian hari hilang oleh dalamnya bayang, bayang dirinya karenanya diriku karenamu terlepas terhempas kulepas oleh semua kenangan membekas dari luka hatiku...
tak membuatku hilangkan ragu, dengan ucapku lewat catatan ini, tak ada rekayasa untuk mu diriku ini bertutur, kan kujaga cintamu hingga ku nanti mati terkubur....
karena diriku mencintaimu /karena dirimu mencintaiku / kau tau kau begitu berarti bagi diriku, hanyu dirimu satu untukku tak kan terganti dirimu karena diriku mencintaimu...
aku dan kamu, lebah dan madu, tak kan terpisah hingga waktu habis berlalu
kusayang slalu takan berpaling, kupercaya cinta ini tetap terjalin...

yah ternyata, engkau seperti yang kuduga, terbuka didalam suka duka, tak ada rasa ragu meragu yang buat kita jatuh, karena diriku dirimu lahir tuk selamanya bersatu...
dari lubuk hati yang terdalam aku mencintaimu, segala rasa ku kerahkan untuk kau bisa tau itu, berdua kita terus bersama aku bahagia, kasih tiada kau tau ku ingin dengan mu selamanya....